PROFIL DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
Direktur Jenderal
Ir. Syukur Iwantoro, MS, MBA
Alamat
Jl. Harsono RM No 3 Gedung C Lt.6 Ragunan, Jakarta Selatan
Jl. Harsono RM No 3 Gedung C Lt.6 Ragunan, Jakarta Selatan
VISI
Visi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan jangka panjang dirumuskan sebagai berikut :”Menjadi Direktorat Jenderal yang profesional dalam mewujudkan peternakan dan kesehatan hewan yang berdaya saing dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk mewujudkan penyediaan dan keamanan pangan hewani serta meningkatkan kesejahteraan peternak”. MISIUntuk mewujudkan visi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, misi yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:
| 1. | Merumuskan dan menyelenggarakan kebijakan di bidang peternakan dan kesehatan hewan dalam rangka meningkatkan daya saing produksi dan produk peternakan dengan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. |
| 2. | Menyelenggarakan dan menggerakan pengembangan : perbibitan, pakan, budidaya ternak, kesehatan hewan, serta kesehatan masyarakat veteriner dan pascapanen dalam mencapai penyediaan dan keamanan pangan hewani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak. |
| 3. | Meningkatkan profesionalisme dan integritas penyelenggaraan administrasi publik. |
TUJUANBersinergi dengan visi dan misi yang telah ditetapkan, tujuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam periode tahun 2010-2014, adalah merumuskan kebijakan dan standarisasi teknis bidang peternakan dan kesehatan hewan yang berbasis sumber daya lokal, dalam rangka :
| 1. | Meningkatkan produksi ternak dan produk Peternakan dan Kesehatan Hewan yang berdaya saing. |
| 2. | Mengendalikan penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis. |
| 3. | Menyediakan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). |
| 4. | Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak. |
SASARANSasaran utama program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah memfasilitasi meningkatnya ketersediaan pangan hewani (daging, telur, susu), meningkatnya kontribusi ternak domestik dalam penyediaan pangan hewani, meningkatnya ketersediaan protein hewani asal ternak dan tersedianya daging sapi/kerbau domestik sebesar minimal 90 persen dari total kebutuhan nasional. Secara lebih rinci, sasaran kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah:
| 1. | Penerbitan kebijakan dan NSPK di bidang: perbibitan; budidaya ternak; pakan ternak; pelayanan kesehatan hewan; pelayanan kesmavet dan pascapanen; serta pelayanan publik. |
| 2. | Tercapainya peningkatan kuantitas dan kualitas benih dan bibit dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. |
| 3. | Tercapainya peningkatan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal; |
| 4. | Tercapainya peningkatan produksi pakan ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal; |
| 5. | Terkendali dan tertanggulanginya penyakit hewan menular strategis dan penyakit zoonosis; |
| 6. | Terjaminnya pangan asal hewan yang ASUH dan pemenuhan persyaratan produk hewan non pangan; |
| 7. | Terjaminnya dukungan manajemen dan teknis. |
TUGAS DAN FUNGSITugas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang peternakan dan kesehatan hewan, sedangkan fungsinya adalah: (i) Merumuskan kebijakan di bidang perbibitan, pakan, budidaya ternak, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat veteriner; (ii) Melaksanakan kebijakan di bidang perbibitan, pakan, budidaya ternak, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat veteriner; (iii) Menyusun norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perbibitan, pakan, budidaya ternak, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat veteriner; (iv) Memberi bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbibitan, pakan, budidaya ternak, kesehatan hewan, dan kesehatan masyarakat veteriner; (v) Melaksanakan administrasi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. STRUKTUR ORGANISASI

sumber dari :


Posting Komentar